
Madukara Berkabar – Laboratorium IPA MAN 2 Karanganyar mendadak riuh dengan aktivitas ilmiah pada Rabu pagi (28/01/2026). Sebanyak 36 siswa dari kelas XII F3 tampak antusias melakukan praktikum uji makanan sebagai bagian dari kurikulum biologi fase F.
Di bawah bimbingan guru mata pelajaran Biologi, Chandra Alfian Rois, para siswa menguji berbagai sampel bahan makanan harian, mulai dari nasi, telur, tahu, hingga larutan gula untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa.
Menggunakan berbagai reagen kimia, siswa mengamati perubahan warna yang terjadi pada setiap sampel. Beberapa indikator yang digunakan dalam praktikum ini meliputi:
- Lugol: Digunakan untuk mendeteksi amilum (pati). Hasil positif ditandai dengan perubahan warna menjadi biru tua atau hitam.
- Benedict: Digunakan untuk menguji kandungan glukosa dengan bantuan pemanasan, yang menghasilkan warna merah bata.
- Biuret: Digunakan untuk menguji protein, di mana sampel akan berubah menjadi warna ungu.
- Kertas Buram: Cara sederhana namun efektif untuk mendeteksi kandungan lemak melalui noda transparan.
“Praktikum ini bukan sekadar tugas, tapi cara agar siswa paham apa yang sebenarnya masuk ke tubuh mereka,” ujar Chandra di sela-sela kegiatan. Beliau menambahkan bahwa pemahaman tentang nutrisi sangat krusial bagi remaja untuk menjaga pola makan sehat.
Salah satu siswa, menyampaikan kesannya setelah melihat langsung perubahan warna pada tabung reaksi. “Ternyata seru banget melihat teorinya langsung terbukti. Tadi pas nasi ditetesin Lugol warnanya langsung berubah gelap, itu bukti kalau karbohidratnya tinggi,” ungkapnya.
Kepala Madrasah MAN 2 Karanganyar, Muawanatul Badriyah, menyambut baik kegiatan ini. Beliau berharap fasilitas laboratorium yang memadai dapat terus dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan jiwa saintis dalam diri siswa, sehingga pembelajaran tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga berbasis bukti dan riset.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam pelajaran ini ditutup dengan penyusunan laporan praktikum secara berkelompok, di mana siswa menganalisis hasil pengamatan mereka dan menghubungkannya dengan konsep metabolisme tubuh. (Tim Humas)
