
Madukara Berkabar, 22 Januari 2026 – Lapangan Upacara MAN 2 Karanganyar berubah menjadi area kerja pemetaan pada Kamis siang ini. Di bawah terik matahari, siswa kelas XII F5 tidak sedang berolahraga, melainkan sibuk dengan kompas bidik, meteran pita, dan tongkat ukur.
Mereka tengah menjalani Ujian Praktek Geografi dengan materi tingkat lanjut: Pemetaan Terestris Sederhana (Pengukuran Langsung).
Mengubah Data Lapangan Menjadi Peta
Berbeda dengan sekadar menyalin peta dari atlas, ujian kali ini menuntut siswa untuk mengukur kondisi nyata di lapangan dan memindahkannya ke dalam bidang datar dengan skala yang presisi. Objek yang diukur meliputi keliling lapangan sekolah, area parkir, hingga posisi tiang bendera dan pepohonan.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing anggota memiliki peran vital: ada yang bertugas sebagai pemegang patok, penembak sudut (menggunakan kompas), pengukur jarak (menggunakan meteran), dan pencatat data (recorder).
Guru Geografi, Fauzab Ahmadi, menjelaskan bahwa kompetensi ini melatih logika keruangan dan ketelitian data.
“Siswa belajar bagaimana menentukan arah utara magnetis, menghitung besar sudut Azimuth dan Back Azimuth, serta mengonversi jarak sebenarnya di lapangan menjadi jarak di peta menggunakan rumus skala. Ini adalah dasar dari ilmu survei wilayah,” jelas Fauzan.
Tantangan Panas dan Akurasi
Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga fisik dan kerja sama tim. Siswa harus memastikan pita ukur tegang sempurna agar jarak akurat, serta membaca jarum kompas dengan stabil agar derajat sudut tidak meleset.
Salah satu siswa XII F5, Nadin, menceritakan keseruannya saat harus mengambil data di sudut lapangan yang sulit dijangkau.
“Ternyata membuat peta itu rumit. Kami harus mengukur sudut berkali-kali supaya hasilnya akurat. Kalau salah satu derajat saja, garis poligon di gambar nanti tidak akan menyambung (menutup). Tapi seru, rasanya seperti jadi arsitek atau surveyor sungguhan,” ujarnya sambil menyeka keringat.
Ujian praktek ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan teknis yang berguna, terutama bagi mereka yang berminat melanjutkan studi ke jurusan Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah Kota, atau Geodesi. (Tim Humas)
